For a better experience, click the Compatibility Mode icon above to turn off Compatibility Mode, which is only for viewing older websites.

WORKSHOP SELF AWARENESS IN MILLENIAL ERA

Diposkan pada 09 Oktober 2020

Acara workshop ini diisi oleh Head Of G-TRUST LEARNING yaitu Ibu Star Ercahaya Hasugian S.ST dan Head Of BUSINESS & PARTNERSHIP RELATION yaitu Ibu Eunike Adiprasasti

Globalisasi adalah suatu proses integrasi berbagai sudut pandang dan informasi seperti ekonomi, budaya, teknologi dan ilmu pengetahuan yang terjadi secara internasional. Dampak globalisasi ini tentunya akan berdampak kepada setiap individu di seluruh dunia dan mampu mengakibatkan adanya perubahan pola pikir dan bertindak. Namun globalisasi juga berdampak positif bagi setiap individu untuk terus dapat mengembangkan pengetahuannya, terutama pada era industri 4.0. Dimana revolusi industri 4.0 ini kemajuan teknologi semakin berkembang dengan cepat dan mengandalkan otomisasi, artificial intelligent, cloud dan big data (Mckinsey Global Institute : 2017). Dalam bukunya The fourth industrial revolution, Prof. Klaus Martin mengatakan bahwa saat ini terjadi perubahan secara mendasar terkait perilaku, gaya hidup, pekerjaan dan hubungan komunikasi manusia. Menurut Mckinsey Institute, di tahun 2030 akan banyak terjadi pergantian tugas manusia oleh mesin, namun kemajuan teknologi ini tidak akan berhasil jika tidak dikelola oleh manusia, hal ini dikarenakan adanya aktivitas-aktivitas yang hanya dapat dilakukan oleh manusia dan bukan mesin.

Dalam kaitannya dengan pengembangan manusia, perlu dilakukannya penyuburan (enrichment) kepada orang-orang melalui seminar, workshop dan cara pembelajaran. Pada abad 21 menurut jurnal Diana H. S. & Ridwan A.S. dari Universitas Medan menyatakan bahwa sistem pendidikan sudah seharusnya mengalami modernisasi dan meninggalkan tradisi lama. Moderenisasi yang dimaksud adalah bagaimana cara mendapatkan pengetahuan, kemajuan inovasi penggunaan teknologi dan informasi.

Di abad 21 ini ada 4 elemen utama yang diperlukan untuk dipelajari yang disebut sebagai 4C, yaitu :

  1. Critical thinking
    Bertujuan agar kita mampu berpikir secara terbuka dan kritis setiap mendapatkan informasi.
  2. Creative thinking
    Bertujuan agar kita mampu memiliki kemampuan untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan mereka dengan berpikir kreatif dan melakukan inovasi-inovasi yang akan membantu kehidupan manusia lainnya.
  3. Communication skills
    Bertujuan agar mampu berkomunikasi dengan baik sehingga saat berkomunikasi lebih tertata dan terarahkan.
  4. Collaboration
    Bertujuan agar mampu berkolaborasi dengan karakter yang berbeda-beda.

Pengetahuan dan pembelajaran yang disampaikan melalui presentasi, permainan, test MBTI dan sesi tanya jawab diikuti dengan baik oleh para peserta baik itu mahasiswa maupun siswa tingkat SMA.

Dalam seminar ini akan lebih menonjolkan elemen ketiga dan keempat dengan cara memberikan pegetahuan self awareness. Self awareness merupakan sebuah kemampuan untuk dapat mengidentifikasi karakter, perasaan, maupun motif milik diri sendiri. Dengan adanya kesadaran diri manusia akan dapat mengetahui kekurangan diri, kelebihan diri, respon dalam menghadapi masalah, hal-hal yang membuat kita bersemangat, hal-hal yang membuat kita lelah, cara berkomunikasi, dan cara mengatasi kritik. Self Awareness memiliki persepsi yang sangat jelas tentang kondisi kepribadian seseorang yang meliputi kekuatan dan kemampuan-kemampuan alaminya, kelemahan-kelemahan tersembunyinya, pemikiran-pemikirannya, kepercayaannya akan sesuatu hal, motivasi, antusiasmenya, dan juga perasaan-perasaannya. Dengan mendalami diri sendiri akan sangat membantu seseorang dalam menjalan kan hidupnya. Dimulai dari mengenali dirinya saja, seseorang mampu mengubah hidupnnya menjadi lebih baik, karena ia menyadari secara penuh segala sesuatu yang ada dalam dirinya, mana yang perlu ia kembangkan, mana yang perlu ia perbaiki. Selain itu dengan pengenalan diri secara mendalam, ia juga akan dapat mengetahui talenta dimana ia dapat berhasil dan terus berkembang, terutama dalam hal pekerjaan.

Banyak metode dalam memahami diri sendiri seperti MBTI dan lumina. Metode-metode ini memberikan gambaran atau personality traits bagi yang mengikuti program ini. Dampak lainnya dari metode ini juga mampu mengajarkan kita untuk dapat melihat sifat dan karakeristik orang lain. Dimana dengan memahami orang lain, akan sangat diyakini komunikasi yang terjadi akan sangat baik dan mampu terciptanya kolaborasi. Dapat dianalogikan sebuah perusahaan yang memiliki anggota yang mampu berkomunikasi dan berkolaborasi, akan memiliki kinerja dan produktifitas yang tinggi.

Dalam seminar self Awareness ini juga akan membahas pengenalan personality traits dengan metode MBTI. Dengan mengenal orang lain lebih baik, diharapkan kolaborasi dan komunikasi yang lebih baik dapat terjalin. Sebagaimana kita ketahui, komunikasi dan kolaborasi adalah dua unsur dari empat unsur yang dalam meraih keberhasilan.

Acara ini telah berlangsung di Aula Lt.1 Universitas Matana pada hari Selasa,10 Maret 2020 pukul 09:00-13:00 WIB

Masih banyak diantara kita yang masih dalam tahap pencarian dan pengembangan diri. Diperlukan lebih dalam lagi mengenal diri kita, sehingga mampu mengenal talenta dalam diri dan mampu berkomunikasi dan berkolaborasi dengan baik. Kesadaran diri dapat membantu kita dalam memilih "Siapa influencer yang baik dan tepat buat saya ikuti?" mengingat saat ini begitu banyak hal cepat tersebar luas terutama dari para influencer yang diikuti oleh banyak orang. Oleh karena itu tema seminar yang diajukan adalah self awareness in millennnial era.

Bersamaan dengan kegiatan seminar ini, Himpunan Mahasiswa Manajemen Matana University bekerjasama dengan G-TRUST. Acara workshop ini diisi oleh Head Of G-TRUST LEARNING yaitu Ibu Star Ercahaya Hasugian S.ST dan Head Of BUSINESS & PARTNERSHIP RELATION yaitu Ibu Eunike Adiprasasti untuk menyelenggarakan kegiatan acara seminar bertemakan SELF AWARENESS IN MILLENNIAL ERA.

Acara ini telah berlangsung di Aula Lt.1 Universitas Matana pada hari Selasa,10 Maret 2020 pukul 09:00-13:00 WIB. Pengetahuan dan pembelajaran yang disampaikan melalui presentasi, permainan, test MBTI dan sesi tanya jawab diikuti dengan baik oleh para peserta baik itu mahasiswa maupun siswa tingkat SMA.

Diharapkan setelah mengikuti program workshop ini peserta dapat lebih mengenal dirinya, meningkat kepercayaan dirinya, dapat mengontrol emosi, dapat memahami diri sendiri dan orang lain, dapat berkomunikasi dengan efektif, tidak mudah tersinggung serta dapat menerima kritik sebagai pembangun diri, dapat berkolaborasi dengan baik dan peserta dapat meningkatkan serta menggunakan kemampuan dan potensi yang dimiliki.