Universitas Matana

Menjadi Investor Muda di Pasar Modal, Mengapa Tidak?

Diposkan pada



Menjadi sukses di masa depan merupakan keinginan dari kebanyakan orang salah satunya generasi muda. Dalam hal ini mahasiswa yang mulai mempersiapkan diri dengan memperdalam skill dan pengetahuan di bangku perkuliahan, serta mulai merencanakan keuangan, seperti dengan melakukan investasi. Ada beberapa pilihan alternatif investasi yang umumnya dilakukan oleh seorang mahasiswa contohnya seperti melakukan investasi di bank dan di pasar modal.

Tahukah Anda bahwa ternyata tingkat investasi di industri pasar modal di Indonesia terus mengalami peningkatan di setiap tahunnya? Menurut data yang diperoleh dari BEI Denpasar menyatakan bahwa selama tahun 2017 tingkat pertumbuhan jumlah investor aktif berusia 18-25 tahun mencapai 2.396 orang dengan menduduki peringkat kedua setelah didominasi oleh kategori investor berusia 41 tahun ke atas dengan jumlah mencapai 4.895 orang. Jika dilihat lebih rinci lagi terutama dari sisi pekerjaan, jumlah investor di Indonesia didominasi oleh pegawai swasta sebanyak 3.662 orang sedangkan jumlah investor dari kalangan pelajar baru mencapai 1.800 orang saja. Data tersebut dapat disimpulkan bahwa hingga saat ini jumlah peningkatan investor generasi muda masih belum dapat menandingi jumlah investor berusia 41 tahun ke atas.

Menurut hasil penelitian dari Universitas Negeri Yogyakarta, selain faktor motivasi dalam memilih jenis investasi ada juga faktor lain yang memengaruhi minat investasi di pasar modal seperti tingginya pengetahuan dalam investasi. Oleh karena itu, untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap investasi di pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerjasama dengan OJK, sekuritas, dan KSPM berupaya semakin gencar dalam melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai Pasar Modal di Indonesia seperti dengan menyelenggarakan kegiatan edukasi "Sekolah Pasar Modal" yang terdiri dari 2 level (awal dan lanjutan) dan menyemarakkan kampanye "Yuk, Nabung saham!" dengan tujuan untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan masyarakat.

Dalam rangka mendukung upaya tersebut, pada tanggal 12 Mei 2018 KSPM Manivesto Matana University mengadakan kegiatan program kerja tahunan yang bernama Edukasi Sekolah Pasar Modal (SPM) level awal di Universitas Matana. Acara ini telah dihadiri sekitar lebih dari 45 peserta. Tujuan diselenggarakannya acara ini yaitu untuk meningkatkan minat mahasiswa untuk berinvestasi di pasar modal dan memberikan mereka pedoman/arahan yang jelas dan mudah mengenai dasar-dasar pengetahuan dalam berinvestasi di pasar modal. Acara ini diselenggarakan dengan bekerjasama oleh pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) dan MNC Sekuritas untuk membawakan materi kepada peserta SPM.

Pertama kali acara ini dibuka dengan kata sambutan dari Bapak Rachman Mulyandi selaku Ketua Program Studi Manajemen. Pada kata sambutan ini beliau berharap dengan adanya acara ini mahasiswa Universitas Matana menjadi semakin paham akan industri pasar modal dan tidak asal ikut-ikutan berinvestasi saham tanpa memiliki dasar pengetahuan yang kuat di bidang tersebut. Dalam sesi pertama dibahas mengenai teori pengenalan pasar modal dan jenis investasi secara umum yang dibawakan oleh Bapak Hendra Pamungkas Jovianto selaku perwakilan dari BEI. Di sesi ini dijelaskan apa pengertian, fungsi, dan istilah yang sering digunakan dalam pasar modal serta tujuan dan keuntungan investasi di pasar modal dibanding dengan instrumen keuangan lainnya. Dengan bertransaksi dalam pasar modal, maka secara tidak langsung kita juga dapat membantu perekonomian negara secara makro karena memberi dana kepada perusahaan perusahaan (emiten) untuk melakukan pengembangan dan membagikan keuntungan kepada investor dalam bentuk deviden.

Sesi kedua dibawakan oleh Bapak Andri selaku perwakilan pihak MNC yang membahas topik tentang praktik penggunaan aplikasi MNC Trade New di handphone/PC serta cara melakukan valuasi nilai saham emiten di masa yang akan datang jika dilihat dari sisi fundamental dan teknikal. Dari sisi fundamental kami belajar mengenai bagaimana cara melalukan valuasi harga saham melalui laporan keuangan sebuah perusahaan dimana valuasi tersebut dapat dipengaruhi oleh rumor, kebijakan pemerintah, serta pandangan masyarakat terhadap perusahaan tersebut. Sedangkan dari sisi teknikal kami belajar mengenai beragam pola yang dibentuk dari diagram historis (chart) untuk memprediksi harga saham akan naik atau turun. Selain itu kami juga mempelajari istilah support dan resistant dalam teknikal yang akan mempengaruhi uptrend atau downtrend yg akan terjadi. Acara SPM ini ditutup dengan kegiatan simbolis berupa potong tumpeng sebagai tanda untuk memperingati hari ulang tahun Galeri Investasi Matana University.




Share Info :

LATEST POST

120x70

Apresiasi Terhadap Aparat Keamanan oleh

19 Juli 2018



120x70

Menjadi Investor Muda di Pasar Modal, Me



120x70

Seminar Rancangan Web Informasi KTLH San

28 Mei 2018



120x70

Pentingnya Digital Marketing untuk start

22 Mei 2018



120x70

KULIAH UMUM FISIKA MEDIS KE BATAN

02 Mei 2018




LIKE US ON FACEBOOK