Universitas Matana

Drs. Tumpal Pandiangan, M.T, M.Kom

Dekan Fakultas Science, Technology, Engineering and Mathematics/Kaprodi Fisika Medis & Instrumentasi

Warga Negara Indonesia, lahir di Sibolga kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara pada tahun 1957. Selama tiga tahun duduk di bangku SMA Negeri 1 Sibolga, dua tahun terakhir beliau mendapat beasiswa supersemar dari pemerintah (1975 dan 1976). Setelah menyelesaikan program S1 Fisika Murni, beliau melanjutkan studi S2 dan meraih gelar MT. dalam bidang Rekayasa dan Ilmu Fisika Nuklir dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Bandung yang didanai oleh World Bank selama 2 tahun 1995-1997. Sedangkan gelar M.Kom diperoleh dari Sekolah Tinggi Teknologi Informatika Eresha Jakarta pada tahun 2014. Saat ini beliau sedang menyelesaikan disertasi pada program Doktor di STT Moriah, Gading Serpong.

Pengembangan karir beliau selama di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN): (i) 1985-1986 beliau menjadi staf Biro Pengembangan Program Nuklir BATAN Jakarta, (ii) 1986-1999 menjadi peneliti di pusat Teknologi dan Material Sains di BATAN Serpong, (iii) 1999-2006 melanjutkan penelitian pada Pusat Pengembangan Teknologi Reaktor BATAN, (iv) 2006-2011 melanjutkan penelitian pada Pusat Keselamatan Nuklir dan Teknologi Reaktor BATAN Serpong.

Guna mendukung karir sebagai peneliti fungsional LIPI beliau juga telah mengikuti workshop dan course antara lain: (i) Course on Computation method, (ii) Course on FORTRAN Programming and computer application, (iii) Workshop Pemodelan Reaktor kogenerasi berbasis RTT, (iv) Workshop Perhitungan Reaktor dengan metode Difusi, (v) Workshop Sistem Konversi Energi Berbasis RGTT, (vi) Workshop Simulasi dan Aplikasi Monte Carlo, (vii) Workshop Pemodelan Reaktor kogenerasi berbasis Reaktor Temperatur Tinggi dan (viii) Safety on HTGR, learning from Fukushima Da ichi NPP Accident.

Pengalaman sebagai peneliti selain di BATAN juga di Jepang selama 1,5 Tahun, dalam bidang produksi hidrogen menggunakan Reaktor Temperatur Tinggi (HTTR) di Oarai Tokyo, Jepang (1999) dan Penelitian Bahan Bakar Reaktor Nuklir di Tokyo University Jepang (1995). Namun sebelumnya beliau telah mendapat pelatihan untuk Instalasi dan perawatan peralatan "Simultaneous Thermal Analysis" untuk penelitian bahan bakar nuklir selama 1 minggu di Lion Perancis tahun 1995.

Setelah pulang dari Jepang beliau mengusulkan dan membuat proposal penelitian untuk bidang produksi hidrogen di Indonesia. Proposal beliau selama 3 tahun berturut (1997-1999) lolos dalam seleksi Nasional sebagai Riset Unggulan terpadu. Setelah mengalami masa kerja sekitar 25 tahun sebagai peneliti di BATAN dengan pangkat Pembina Utama Madya dalam jabatan fungsional LIPI di BATAN, beliau mengusulkan proses lolos butuh menjadi dosen DPK (Dosen Diperbantukan) dari pemerintah ke Institut JIBES yang sekarang yaitu Universitas Matana.

Selama di Universitas Matana, dari tahun 2011-2016 menjabat sebagai Kepala LPPM di Universitas Matana dan sejak tahun 2016 diangkat menjadi Kepala Program Studi Fisika Medis dan Instrumentasi. Tahun 2017 sampai sekarang diangkat menjadi Dekan Fakultas STEM (Science, Technology, Engineering dan Mathematics).