Universitas Matana

Yuka Dian Narendra, S.Sn, M.Hum

Dosen Desain Komunikasi Visual

Yuka Dian Narendra adalah dosen tetap di Program Studi Desain Komunikasi Visual. Gelar kesarjanaannya diperoleh dari jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Pelita Harapan (kini UPH School of Design) pada tahun 2000. Jenjang kepangkatan akademik yang dimiliki adalah Asisten Ahli (AA 150). Sebagai dosen, Yuka memiliki pengalaman mengajar di berbagai perguruan tinggi hampir enam belas tahun lamanya. Pengalaman panjang tersebut tentu saja berawal dari pendidikan S1-nya di Desain Komunikasi Visual UPH. Semasa kuliah, Yuka dikenal sebagai mahasiswa yang kritis dan selalu mempertanyakan banyak hal. Sikap kritisnya membuat Yuka pada suatu hari ditantang oleh Prof. Yongky Safanayong (alm.) untuk menjadi dosen.

Tantangan tersebut ia terima. Usai menjalani pendidikannya di jenjang S1, Yuka bergabung dengan almamaternya sebagai dosen untuk mata kuliah "Apresiasi Seni Rupa." Setelah mengajar selama empat tahun, Yuka meneruskan pendidikannya ke jenjang pascasarjana di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia. Dengan tesis berjudul "Relocating China: Film Hong Kong dan Praktik Spasial Dalam Ruang Media Celestial Movies Channel," Yuka berhasil lulus dengan predikat mahasiswa terbaik di fakultas pada tahun 2006.

Selepasnya dari pendidikan pascasarjana, Yuka kembali ke dunia pendidikan tinggi dengan mengajar di almamaternya dan beberapa universitas lain. Latar belakang S2-nya memungkinkannya untuk mengajar di bidang kajian media, kajian budaya hingga studi nasionalisme. Seperti yang tercatat dalam curriculum vitae, selain mengajar di wilayah akademik Seni Rupa dan Desain, Yuka juga pernah mengajar "Semiotika Visual," "Kajian Visual," "Pengantar Kajian Media," hingga "Kewarganegaraan" di beberapa perguruan tinggi swasta di Jakarta dan Tangerang Selatan. Di Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Matana, Yuka memiliki spesialisasi di wilayah kajian seni rupa dan desain, teori dan sejarah seni rupa. Di sisi lain, ia juga memiliki ketertarikan dengan kajian-kajian demokratisasi di bidang inovasi teknologi.

Gelar Magister di wilayah Kajian Budaya memungkinkan Yuka untuk masuk ke dalam kancah penelitian nasional maupun internasional. Sebagai peneliti, Yuka memiliki keahlian dalam wilayah kajian subkultur anak muda-terutama subkultur musik populer, kajian nasionalisme, dan kajian kebudayaan urban. Beberapa kali Yuka mendapatkan hibah penelitian internasional, salah satunya hibah dari SEASREP (South East Asian Studies Regional Exchange Program) untuk penelitian dengan tema besar "Digital Piracy in Southeast Asia." Dari dana hibah ini Yuka melakukan penelitian tentang kenangan kolektif kaum muda dekade 1970-an dan 1980-an di Jawa Timur dan Jawa Barat melalui pembajakan musik progressive rock Barat. Penelitian ini dipresentasikannya di Center for the Third World Studies, University of the Phillipines-Dilliman (Quezon City, Filipina) dan Open/Free Culture Conference di School of Media Studies, Royal University of Phnom Penh (Phnom Penh, Cambodia) pada tahun 2009 dan 2010.

Sebagai "mantan anak band" dan penggemar musik Metal sejati, Yuka kini dengan intens melakukan penelitian tentang kancah musik Metal di Asia Tenggara sejak 2012. Penelitiannya tentang pertarungan ideologi di kancah musik Metal underground tanah air mendapat perhatian dari Commitee of Culture and Information ASEAN sehingga pada tahun 2014, Yuka menjadi delegasi Indonesia untuk konferensi COCI di Phnom Penh, Cambodia dan mempresentasikan temuan-temuannya kepada khalayak dalam konferensi tersebut. Hingga saat ini, Yuka masih mendedikasikan waktunya untuk terus mengumpulkan berbagai data dan informasi seputar subkultur musik Metal di Indonesia. Seringkali ia mendapat undangan untuk tampil di kancah akademik dan non-akademik nasional sebagai narasumber. Tentu saja, dalam kapasitasnya sebagai peneliti subkultur musik populer anak muda, terutama subkultur musik Metal.

Yuka dikenal cukup aktif menulis. Dia terus menulis tanpa mempersoalkan apakah tulisannya dipublikasi atau tidak. Tulisan-tulisan akademiknya banyak yang ia muat ke dalam blog pribadinya. Baginya, jejaring dunia maya membukakan jalan untuk menawarkan gagasan-gagasan ilmiahnya ke khalayak luas, terutama bagi mereka yang tidak memiliki akses terhadap literatur akademik internasional yang berbahasa Inggris. Sementara itu, ia juga beberapa kali menulis untuk jurnal ilmiah internasional, di antaranya adalah jurnal "Panorama: Insights Into European and Asian Affairs" (dipublikasikan oleh Konrad-Adenauer Stiftung Singapore pada tahun 2012) dan Jurnal Berkas milik Dewan Kesenian Jakarta dan Yayasan Jakarta Beinnale, November 2013. Selain jurnal ilmiah, karya ilmiah Yuka juga dipublikasikan ke dalam beberapa buku. Di antaranya adalah "Reklame dan Ruang Publik Jakarta" yang merupakan hasil kolaborasi penelitian dengan Jurnal Karbon (Ruang Rupa Jakarta) dan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK), juga pada tahun 2013, dan introduksi pada buku "Perjalanan Menjumpai Tuhan: Bunga Rampai Refleksi Agama" yang dipublikasikan oleh ICRP (Indonesian Conference on Religious Peace). Tulisan bergaya ilmiah populernya salah satunya dapat ditemukan pada majalah Rolling Stone (Indonesia), edisi Maret 2015.