Universitas Matana



Apa itu Fisika Medis ?

Fisika Medis adalah suatu aplikasi prinsif prinsif fisika dalam dunia medis

a.Terapi Radiasi (Radiation Therapy Physicists) Peran seorang ahli fisika medis pada terapi radiasi meliputi perencanaan, pengobatan dan radioterapi desain mesin, pengujian, kalibrasi, dan pemecahan masalah

b.Diagnostik Radiologi (Diagnostic Radiology Physicists) Peran seorang ahli fisika medis dalam pencitraan diagnostik mencakup instalasi, pengujian, kontrol kualitas, operasional dan prosedur untuk membantu mengembangkan teknik pencitraan yang lebih baik yang dapat digunakan untuk diagnosis penyakit pada pasien



c.Kedokteran Nuklir (Nuclear Medicine Physicists) Peran seorang ahli fisika medis dalam Kedokteran Nuklir (Nuclear Medicine Physicists) memastikan peralatan yang dipakai benar dan aman dari molekul zat radioaktif yang digunakan dalam diagnosis dan pengobatan penyakit, menilai kinerja peralatan Kedokteran Nuklir, dan memberikan kontribusi pada pengembangan program jaminan kualitas .



d.Kesehatan Medis (Medical Health Physicists) dalam Kesehatan Medis (Medical Health Physicists), berkontribusi terhadap Peran seorang ahli fisika medis perlindungan pasien dan masyarakat dari radiasi yang berlebihan dengan membentuk dan memantauan prosedur keselamatan radiasi sesuai standar yang ditentukan oleh BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir).

e.Petugas Proteksi Radiasi Peran seorang ahli fisika medis dalam proteksi radiasi melakukan pengawasan terhadap pengunaan radiasi untuk keselamatan petugas, pasien, masyarakat dan lingkungan

2.Bidang pengetahuan , ketrampilan dan sikap seperti apa yang akan diberikan kepada para mahasiswa agar kompeten

a.Bidang Pengetahuan

  • Mahasiswa dapat memahami prinsip-prinsip dasar penggunaan radiasi dan proteksi radiasi
  • Mahasiswa mampu memahami metode kalibrasi, standarisasi dan mengetahui jenis-jenis standarisasi nasional maupun internasional.
  • Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan prinsip kerja instrumentasi medis yang berhubungan dengan produksi, penggunaan, pengukuran dan evaluasi radiasi pengion.
  • Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan teknik-teknik pengolahan pencitrann radiolgi untuk berbagai keperluan diagnosis penyakit
  • Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan mengenai aplikasi diagnostik dengan sinar x, radiasi gamma, radiasi ultrasound, radiasi frekuensi radio dan resonansi magnetik.
  • b.Bidang ketrampilan atau keahlian dalam:

  • Menggunakan alat radiologi (Photo rontgen, CT scan, MRI,)
  • Menganalisa hasil pencitraan radiologi (Photo rontgen, CT scan, MRI, )
  • Pengukuran dan penentuan dosis radiasi pada setiap pasien yang akan di berikan radiasi sinar X,
  • Melakukan kalibrasi alat ukur radiologi, dan alat ukur kedokteran lainnya agar dapat terukur sesuai standar yang ditentukan oleh BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir).
  • c.Bidang Sikap

  • Lulusan fisika medis dalam menjalankan tugas-tugas dan tanggungjawabnya harus memiliki sikap integritas, sthewarship dan respect.
  • Lulusan Fisika Medis akan selalu diajarkan bagaimana menerima tanggungjawab untuk lingkungan kerjanya sendiri dan mengerjakan segala sesuatu selalu dengan penuh tangungjawab.
  • Lulusan Fisika Medis akan selalu melakukan langkah yang rasionil untuk meyakinkan bahwa pekerjaan yang berada di bawah pengawasanya dilakukan secara benar oleh orang yang tepat, dan ia benar-benar menerima tugas dan tanggung jawab tersebut
  • 3.Fasilitas praktikum/laboratorium:

  • Laboratorium komputer programming.
  • Laboratorium CT-scan, Xraya,MRI, EKG (Kerjasama Bethsaida)
  • Laboratorium Proteksi Radiasi (Kerjasama Batan)
  • Laboratorium Standarisasi dan Kalibrasi alat Medis (Kerjasama Batan)
  • 4.Estimasi waktu studi untuk mahasiswa/i Sistem Informasi Univ Matana adalah:

    • Minimal 4 tahun dan maksimal 7 tahun deng.an Jumlah 144 SKS

    • Yang bisa ditempuh dalam 3 Tahap:

  • Skripsi / Tugas Akhir.
  • Penelitian (jurnal nasional / internasional).
  • Perkuliahan.
  • Like Us on Facebook